Category: Thoughts

Jokowi, Prabowo dan KUA

“Neng, kamu pasti suka masak dan belanja di pasar tradisional, ya? “Kok tau , Mas? “Habisnya kamu down to earth kayak Jokowi, eakkkkk” “Kalau Mas, fitness dimana? “Gak kok, cuma olahraga di samping rumah. Kenapa? “Karena mas gagah banget kayak Pak Prabowo” Percakapan di atas merupakan sebuah percakapan fiktif dimana sepasang insan yang sedang mabuk cinta […]
Read More
Share:

Zaadit Taqwa: antara kritik dan cinta

Beberapa waktu yang lalu, jagat tanah air kembali diramaikan dengan pemberitaan seorang ketua BEM UI yang memberi kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo. Fenomena ini tak pelak menimbulkan reaksi di tengah masyarakat, mulai dari mereka yang mengritik hingga tak jarang yang menganggapnya heroik. Namun, ditengah perbincangan-perbincangan yang substansial, banyak pula yang mengangkat ini dari sudut pandang […]
Read More
Share:

Pernikahan VS Pendidikan, yang mana duluan?

Tidak bisa dipungkiri, bahwa gejolak untuk menikah diusia muda sudah sangat bergemuruh saat ini di media sosial kita. Mulai dari diskriminasi terhadap kaum jomblo (*ini serius), hingga menggunakan dalil agama sebagai basis legitimasi. Tulisan ini tidak untuk membahas benar tidaknya argumentsai tersebut, namun untuk mengulas fenomena dibalik kejadian diatas, pergejolakan kaum muda untuk memilih diantara […]
Read More
Share:

Dilan ditengah romantisme dan akuisme

“Jangan rindu, ini berat. kau takkan kuat, biar aku saja” Beberapa hari terakhir, lini masaku dipenuhi dengan pelbagai ornamen khas Dilan–sebuah karakter fiktif karya Pidi Baiq–yang berceloteh mengenai cita anak SMA.  Beberapa teman memujinya, mengatakan bahwa Dilan adalah makhluk paling romantis di muka bumi ini. Well, aku tidak ingin berkelakar lebih jauh perihal Dilan sebagai anak muda […]
Read More
Share:

Berhenti mengejar beasiswa!

Tidak jarang, media sosial saya berdering dari teman-teman yang bertanya seputaran beasiswa maupun program pertukaran keluar negeri lainnya. Sebagian besar dari mereka saya jawab, bahkan saya tampung di satu grup khusus yang membahas mengenai satu topik bahasan yang sama untuk kemudian saya bimbing, sebagian kecil lainnya saya jawab ala kadarnya. Mungkin ada yang bertanya, mengapa […]
Read More
Share:

Menghamba sang makhluk

Yang terdekat— merupakan sebuah metafora akan sang kematian sebagai sebuah proses insani sebuah makhluk. Ia hadir pula mampir, sebagai awal juga akhir. Yang terjauh—tergambar melalui ihwal yang sudah-sudah; adalah masa lalu. Ia bagaikan bayang ditengah hari menuju sore senja. Kukabarkan kau satu hal, mereka yang beruntung adalah yang belajar dari darinya—masa lalunya. Yang terbesar—terlukis melalui […]
Read More
Share:

Mematikan Nada Cinta

Menyoal tentang cinta, ia tak ubahnya sebuah kata benda biasa. Tak terlalu bermakna jika tak dipadu padankan dengan kata-kata yang berbeda lainnya. Dengan imbuhan -suci, ia bisa bermakna positif, dengan akhiran -buta, ia bisa saja diartikulasikan negatif. Tak jarang, ia hanya digunakan setelah kata ganti orang: aku, kamu, dia. Statusnya sebagai pelengkap, melengkapi nafsu aksara […]
Read More
Share:

Belajar Menjadi Bodoh

Kesalahan orang-orang pandai adalah menganggap orang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang lain pandai”-Pramoedya Ananta Toer Di dalam ruang-ruang sosial, teramat sering kita mengalami diferensisasi secara horizontal hingga statifikasi vertikal untuk mengidentifikasi manusia satu dan lainnya. Dari sekian banyak metode dan bentuk klasifikasi, tak jarang IQ (Intelligence Quotient) masih dianggap sebagai salah […]
Read More
Share:

Tahun Baru dan Merubah Perubahan

Manusia merupakan makhluk paling kompleks dimuka bumi. Kita bisa menilai manusia dari pelbagai sudut pandang dan ragam cara pendekatan, baik historis, sosiologis, agama hingga psikologis. Masing-masing pendekatan memberikan perspektif yang berbeda tentang diri manusia. Menyoal tentang perubahan-perubahan, manusia memang makluk yang tak bisa dilepaskan dari gejolak perubahan ini; baik secara positif maupun negatif. Pergantian tahun […]
Read More
Share:

LPDP: ditengah irelevansi dan oto kritik

  Beberapa tahun belakangan ini, LPDP menjadi salah satu beasiswa paling dicari bagi para pemburu beasiswa tanah air. Alasan ini sangat masuk akal mengingat tawaran beasiswa yang diberikan oleh LPDP itu sendiri, mulai dari biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan serta seluruh kebutuhan akademik didalam proses perkuliahan. Jumlah yang dianggarkan pada tahun 2017 ini bernilai 22,5 triliun […]
Read More
Share: