Category: Thoughts

Filsafat Pendidikan dalam sudut pandang Ibn-Khaldun

Dalam dunia Filsafat atau sosiologi, nama Ibn Khaldun mungkin sudah seringkali kita dengar. Namun, bagaimana dengan pemikiran Ibn Khaldun dalam dunia pendidikan? Apakah masih bisa kita implementasikan di abad ini?   Simak pemaparannya di video dibawah ini. Semoga bermanfaat 🙂   *Mohon maaf jika ada kesalahan baik secara penyampaian maupun ilmu pengetahuan; semoga masih ada […]
Read More
Share:

Perlukah Membaca Buku?

Dalam beberapa kesempatan, beberapa sering kita ditampilkan mengenai tingkat membaca anak Indonesia yang bak jauh panggang dari api; cukup rendah. Dari survei yang dilakukan oleh *Most Littered Nation In the World 2016 yang lalu, tingkat baca penduduk Indonesia terbilang rendah. 0,01 persen buku per tahun! Angka ini jauh dari, misalnya, Jepang di angka 15-18 persen buku pertahun, […]
Read More
Share:

Apa yang salah dengan pencitraan?

Dalam beberapa tahun kebelakang, terdapat beberapa makna kata yang berubah konotasinya dari arti aslinya. Hal yang awalnya bermakna netral, tiba-tiba harus berubah menjadi negatif bagi beberapa kalangan. Salah satu kata tersebut adalah: Pencitraan. Kata pencitraan dalam konteks hari ini mungkin berawal pada saat Presiden Jokowi dituduh hanya berpura-pura dalam melaksanakan tugasnya sebagai presiden, penuh intrik […]
Read More
Share:

Berdiri di bahu raksasa

Salah satu adagium yang paling populer dari seorang Isaac Newton adalah ketika ia menulis: “Jika aku sudah melihat jauh kedepan, itu karena aku berdiri di bahunya raksasa.” Tulisan itu dituangkannya dalam suratnya kepada Robert Hooke pada tahun 1679, seorang ilmuwan dan juga seorang filsuf, untuk menunjukan rasa hormatnya kepada Robert atas pemikiran-pemikirannya. Tidak hanya kepada Robert, […]
Read More
Share:

Kuliah untuk Pekerjaaan; Fakta atau Mitos?

Kuliah di Indonesia mungkin bukan barang mewah lagi saat ini. Di setiap sudut kota, hingga di daerah-daerah kecil, dapat dengan mudah kita temui Perguruan Tinggi yang menawarkan banyak jenjang pendidikan, mulai dari negeri hingga swasta, terakreditasi hingga abal-abal. Fenomena ini agaknya susah ditemui di Indonesia, 10-20 tahun ke belakang, di mana kuliah di Perguruan Tinggi […]
Read More
Share:

Tik Tok dan Kenikmatan Kita

Beberapa waktu yang lalu, jagat tanah air–wabilkhusus jagat dunia maya– dihebohkan dengan fenomena Bowo, seorang selebritis dari apliaksi bernama Tik-Tok. Pasalnya, sang artis mengadakan meet and greet kepada para fansnya yang relatif tergolong masih remaja. Mungkin kisaran umur SD hingga SMP. Tidak lama berselang, pemerintah melalui Keminfo melakukan pemblokiran terhadap aplikasi tersebut. Tidak tahu apakah masih […]
Read More
Share:

“Mengajar tanpa menghajar, mendidik tanpa menghardik”

Beberapa hari yang lalu, beredar sebuah video yang menayangkan sebuah adegan yang dipercaya sebagai seorang guru disalah satu sekolah yang menampar siswanya dengan keras: K. E. R. A. S. (Beritanya dapat dibaca disini). Dalam seketika, video tersebut menjadi tayangan umum penguna media sosial dan tak lama berselang, guru tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Sebenarnya, […]
Read More
Share:

Disabled vs differently-abled

  “Payah, masa gitu aja gak bisa sih!” “Soal gampang kayak gini aja kamu gak ngerti?”   Mungkin beberapa dari kita pernah mengalami atau bahkan mengatakan hal diatas kepada teman kita atau saudara kita sendiri. Perihal PR matematika, atau ketika belajar bermain gitar, atau mungkin ketika bermain game online dsb. Lalu apa ujung pembicaraan tersebut? […]
Read More
Share:

Sastra VS Agama, sebandingkah?

Kemarin, saya mendiskusikan tentan puisi Ibu Sukmawati. Menurut saya, dalam dimensi puisi, apa yang disampaikannya adalah sebuah subjek relatifitas sebagai pembaca puisi. Lantas, banyak argumentasi yang membahasnya di status saya sebelumnya, bahkan mengirimkan pesan pribadi kepada saya. Namun, saya mencoba sekuat tenaga saya melihat persoalan ini dengan seobjektif-objektifnya saya–tentu dengan segala keterbatasan saya. Saya beranggapan […]
Read More
Share:

Berpura-pura itu, penting!

Sebagai makhluk sosial, seringkali kita mendengar berkataan dari teman-teman kita yang mengatakan: “janganlah berpura-pura dengan diri sendiri, be yourself!”. Kalimat ini teramat sering saya dengar sampai akhirnya saya mulai ragu terhadap adagium tersebut, apakah memang pura-pura itu berkonotasi negatif? Sembari terus berpikir sambil lalu, saya akhirnya bertemu dengan seseorang, sebut saja Patrick. Ia merupakan mahasiswa yang […]
Read More
Share: