Category: Development

Mengapa “Tidak” Adalah Sebuah Jawaban Yang Benar

Dalam tatanan budaya ketimuran, ada satu gestur tak tertulis yang sering kita jumpai di masyarakat–atau mungkin dalam diri kita sendiri– yang dikenal dengan istilah “Ewuh Pakewuh”, atau budaya “tidak enakan”. Secara bahasa, “Ewuh Pakewuh” berasal dari bahasa Sansekreta, dimana Ewuh adalah repot dan Pakewuh adalah perasan tidak enak. Iya, tulisan ini akan membahas tentang bagaimana mengelola […]
Read More
Share:

Digital Minimalism: Hidup ‘Sederhana’ di Media Sosial

Tulisan ini agaknya masih bekaitan dengan tulisan saya minggu lalu yang berjudul “Menunda-nunda: Kenapa tidak”. Buat yang belum membacanya, silahkan dibaca disini.  Suatu hari, seorang teman saya bercerita bahwa ia mampu menghabiskan waktunya sekitar 5-8 jam satu hari di depan layar telepon genggamnya. Dan menariknya, dia hanya menghabiskan waktunya untuk satu keperluan: bermedia sosial! Kita semua […]
Read More
Share:

Menunda-nunda: Kenapa Tidak?

Berapa banyak yang teman-teman luangkan untuk sekali mengecek status Facebook  atau melihat notifikasi Instagram? Atau barangkali, berapa waktu yang kita luangkan untuk memilih baju di deretan lemari kita, hingga membuat kita telat berangkat ke kampus? Sebuah riset menunjukan bahwa segala rutinitas yang kita lakukan, mulai dari makan, mandi, minum bisa memakan waktu kita sebanyak 5 […]
Read More
Share: