Category: Development

COVID-19 dan Dilema Pendidikan

COVID-19 setidaknya mencuri perhatian kita beberapa waktu terakhir ini. Setidaknya, sejak pengumuman kasus ini 2 Maret 2020 silam oleh Presiden Joko Widodo, terdapat beberapa strategi pemerintah untuk meminimalisir dampak penyebarannya, “social distancing” adalah salah satunya. Walau kemudian istilah ini diralat menjadi “physical distancing’, hal ini tidak memengaruhi esensi dari kampanye ini untuk menjaga jarak aman […]
Read More
Share:

Seni Memaafkan Diri Sendiri

Barangkali, ada sebagian dari kita yang saat ini merasa sedih, bersalah, gagal atau jatuh. Entah apapun masalahnya, keadaan jatuh pasti pernah kita alami sebagai manusia. Ada banyak hal yang mungkin membuat kita merasa “down”, misalnya, kegagalan dalam meraih sebuah tujuan, ditolak atas sebuah keinginan, atau ditinggal atas sebuah hubungan. Well, sekali lagi saya sampaikan, kalian […]
Read More
Share:

Belajarlah Dimanapun Dan Kapanpun (Liputan Yayasan VDMI)

Indra Dwi Prasetyo lahir di Kota Singkawang 18 Januari 1994. Indra merupakan anak dari seorang pensiunan TNI. Suatu hari Indra pernah mengungkapkan keinginanya untuk berkeliling dunia kepada Ibunya, “Mak, aku ingin keliling dunia.” Indra sangat gemar membaca buku. Baginya, buku bukan saja jendela dunia; buku adalah dunia itu sendiri. Untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, kedua orang […]
Read More
Share:

Mengapa “Tidak” Adalah Sebuah Jawaban Yang Benar

Dalam tatanan budaya ketimuran, ada satu gestur tak tertulis yang sering kita jumpai di masyarakat–atau mungkin dalam diri kita sendiri– yang dikenal dengan istilah “Ewuh Pakewuh”, atau budaya “tidak enakan”. Secara bahasa, “Ewuh Pakewuh” berasal dari bahasa Sansekreta, dimana Ewuh adalah repot dan Pakewuh adalah perasan tidak enak. Iya, tulisan ini akan membahas tentang bagaimana mengelola […]
Read More
Share:

Digital Minimalism: Hidup ‘Sederhana’ di Media Sosial

Tulisan ini agaknya masih bekaitan dengan tulisan saya minggu lalu yang berjudul “Menunda-nunda: Kenapa tidak”. Buat yang belum membacanya, silahkan dibaca disini.  Suatu hari, seorang teman saya bercerita bahwa ia mampu menghabiskan waktunya sekitar 5-8 jam satu hari di depan layar telepon genggamnya. Dan menariknya, dia hanya menghabiskan waktunya untuk satu keperluan: bermedia sosial! Kita semua […]
Read More
Share:

Menunda-nunda: Kenapa Tidak?

Berapa banyak yang teman-teman luangkan untuk sekali mengecek status Facebook  atau melihat notifikasi Instagram? Atau barangkali, berapa waktu yang kita luangkan untuk memilih baju di deretan lemari kita, hingga membuat kita telat berangkat ke kampus? Sebuah riset menunjukan bahwa segala rutinitas yang kita lakukan, mulai dari makan, mandi, minum bisa memakan waktu kita sebanyak 5 […]
Read More
Share: