Author: indra

Learn, Unlearn, Relearn: 21st Century Learning

Dewasa ini, pendidikan tinggi menjadi hal yang seksi di kalangan masyarakat, terutama mereka yang baru saja menyelesaikan pendidikan mereka di sekolah menengah atas.  Hal ini tentu saja kontras dengan Indonesia 20 atau 30 tahun silam, dimana akses ke kampus sangat terbatas. Melihat fenomena ini, di satu sisi, kita dapat melihat bahwa kualitas pendidikan kita cenderung […]
Read More
Share:

Percakapan “Siri” VS Kakek Tua

Dalam sumir senja yang malu -malu menjelang sore, saya mencari tempat berteduh untuk sesaat. Bukan saja dari teriknya panas matahari, namun juga keringnya kerongkongan yang belum dialiri air. Waktu itu menunjukkan pukul 04.00 PM waktu Australia, lebih tepatnya bulan Ramadhan. Sesampainya di salah satu tempat, saya melipir ke salah satu mesjid di salah satu daerah […]
Read More
Share:

Study From Home: Apa Dampaknya Ketika Pandemi Usai?

Nyaris sejak April 2020, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menerapkan kebijakan Study From Home (SFH) bagi siswa-siswi sekolah pada berbagai level di Indonesia. Kebijakan ini diambil atas respon cepat pemerintah dalam memutus mata rantai  COVID-19 yang tengah terjadi. Namun, aktivitas SFH tidak semerta-merta dipandang mulus. Berbagai kritik telah disampaikan ke Pemerintah atas […]
Read More
Share:

Rasional ke “Irasional”: Dari Descartes Menuju Ibn Arabi

Beberapa waktu yang lalu, saya menulis satu post di Instagram berjudul “Menguji Nilai Kebenaran Kita.” Tulisan ini saya pikir cukup dialektis, setidaknya menurut saya, di mana saya menuliskan proses saya dalam mengubah cara pandang saya atas “kebenaran.” Kata “kebenaran” penting untuk saya beri tanda petik (“) karena tulisan itu mengambil sudut pandang saya sebagai subjek, sekaligus […]
Read More
Share:

COVID-19 dan Dilema Pendidikan

COVID-19 setidaknya mencuri perhatian kita beberapa waktu terakhir ini. Setidaknya, sejak pengumuman kasus ini 2 Maret 2020 silam oleh Presiden Joko Widodo, terdapat beberapa strategi pemerintah untuk meminimalisir dampak penyebarannya, “social distancing” adalah salah satunya. Walau kemudian istilah ini diralat menjadi “physical distancing’, hal ini tidak memengaruhi esensi dari kampanye ini untuk menjaga jarak aman […]
Read More
Share:

Seni Memaafkan Diri Sendiri

Barangkali, ada sebagian dari kita yang saat ini merasa sedih, bersalah, gagal atau jatuh. Entah apapun masalahnya, keadaan jatuh pasti pernah kita alami sebagai manusia. Ada banyak hal yang mungkin membuat kita merasa “down”, misalnya, kegagalan dalam meraih sebuah tujuan, ditolak atas sebuah keinginan, atau ditinggal atas sebuah hubungan. Well, sekali lagi saya sampaikan, kalian […]
Read More
Share:

Organisasi Mahasiswa: Masih Relevankah Hari Ini?

Beberapa waktu yang lalu, saya berdiskusi bersama dengan teman satu organisasi sewaktu kuliah dulu. Pembicaraan yang panjang malam itu pada akhirnya mengerucut pada satu sub-tema besar: masih diperlukankah organisasi kampus bagi mahasiswa? Sebelum membahas ini lebih jauh, mari kita sepakati bahwa organisasi kampus yang dimaksud di sini adalah organisasi yang terikat dalam satu ikatan ideologis, […]
Read More
Share:

Belajarlah Dimanapun Dan Kapanpun (Liputan Yayasan VDMI)

Indra Dwi Prasetyo lahir di Kota Singkawang 18 Januari 1994. Indra merupakan anak dari seorang pensiunan TNI. Suatu hari Indra pernah mengungkapkan keinginanya untuk berkeliling dunia kepada Ibunya, “Mak, aku ingin keliling dunia.” Indra sangat gemar membaca buku. Baginya, buku bukan saja jendela dunia; buku adalah dunia itu sendiri. Untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, kedua orang […]
Read More
Share:

Mengapa “Tidak” Adalah Sebuah Jawaban Yang Benar

Dalam tatanan budaya ketimuran, ada satu gestur tak tertulis yang sering kita jumpai di masyarakat–atau mungkin dalam diri kita sendiri– yang dikenal dengan istilah “Ewuh Pakewuh”, atau budaya “tidak enakan”. Secara bahasa, “Ewuh Pakewuh” berasal dari bahasa Sansekreta, dimana Ewuh adalah repot dan Pakewuh adalah perasan tidak enak. Iya, tulisan ini akan membahas tentang bagaimana mengelola […]
Read More
Share:

Digital Minimalism: Hidup ‘Sederhana’ di Media Sosial

Tulisan ini agaknya masih bekaitan dengan tulisan saya minggu lalu yang berjudul “Menunda-nunda: Kenapa tidak”. Buat yang belum membacanya, silahkan dibaca disini.  Suatu hari, seorang teman saya bercerita bahwa ia mampu menghabiskan waktunya sekitar 5-8 jam satu hari di depan layar telepon genggamnya. Dan menariknya, dia hanya menghabiskan waktunya untuk satu keperluan: bermedia sosial! Kita semua […]
Read More
Share: