Indra Dwi Prasetyo

4 Langkah menumbuhkan percaya diri

4 langkah menumbuhkan percaya diri

Beberapa pertanyaan yang paling sering saya dengar ketika saya berbicara dengan anak muda adalah Percaya Diri. kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa ada banyak sekali ide yang ada di kepala mereka, namun sulit untuk mengungkapannya.

Alasannya dapat bermacam-macam: sulit berbicara, gugup, tidak ingin menjadi pusat perhatian, dan lain sebagainya. Dengan alasan yang beraneka ragam tersebut, beberapa dari mereka lalu menganggap diri mereka kurang dari yang lainnya. Namun, menurut saya pribadi, ada satu yang patut dipertimbangkan untuk ditingkatkan untuk mengatasi permasalahan tersebut: kepercayaan diri.

Dengan kepercayaan diri yang tinggi, kita akan merasa bahwa kita bisa, kita mampu. Untuk yang ingin meningkatkan rasa percaya dirinya, berikut saya tuliskan beberapa tips dari pengalaman saya pribadi. Ini mungkin tidak berlaku umum, namun setidaknya memberikan perspektif baru dalam memahami kepercayaan diri kalian. ūüôā

Pertama Lebih Baik

Untuk kalian yang selama ini merasa minder, cobalah anda melakukan refleksi sejenak. Pertama, apakah tempat duduk anda ketika belajar selalu di depan? Kedua, apakah ketika diskusi anda selalu pasif dan menyampaikan pendapat di akhir? Tips pertama untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah dengan melakukan prinsip ini, jadilah yang pertama.

Hal ini dapat dilakukan ketika anda sedang di dalam kelas atau di dalam sebuah forum diskusi, jadilah yang pertama. Duduklah di meja paling depan dan mulailah menyampaikan argumentasi anda pertama kali ketika diskusi dan lain sebagainya. Intinya adalah: jadilah yang pertama.

Hal ini akan membantu anda untuk memperbesar rasa percaya diri anda, sambil berkata kepada diri kalian dan orang lain (hey, aku berani loh!). Coba praktikan hal ini dan lihat apa yang akan terjadi kepada kalian.

Memang, hal ini tidak berarti absolut, ada kalanya kita duduk di belakang atau tidak memulai diskusi di awal. Namun, bagi kalian yang masih merasa minder dengan kepercayaan diri, hal ini cukup membantu untuk meyakinkan kepada diri anda bahwa anda memang layak menjadi yang terdepan.

Coba perhatikan orang-orang besar dimanapun mereka berada, lihat posisi duduk mereka, di depan atau di belakang? Mereka pasif atau aktif berbicara mengulas idenya? Perlu diingat, ini bukan untuk mengatakan bahwa anda yang terbaik sedangkan yang lain dibawah anda, namun lebih sebagai stimulan kepada pikiran anda sendiri bahwa anda memang bisa dan layak menjadi yang terdepan. Lakukan!

Tatapan Mata

Hal ini memang terlihat simple, namun efeknya sangat luar biasa. Dalam setiap percakapan yang anda lakukan, baik ke teman sebaya ataupun mereka degan tingkat atau posisi yang lebih tinggi dari anda, cobalah untuk menatap mata mereka ketika berbicara.

Hal ini akan membantu anda untuk menyalurkan energi positif melalui tatapan mata kepada partner bicara. Percayalah, mata memiliki kekuatannya sendiri. Dalam bukunya, Allan Pease, seorang pakar bahasa tubuh mengatakan bahwa mata berperan penting dalam artikulasi pikiran manusia. Tatapan mereka yang berbohong akan sangat berbeda dengan tatapan mereka yang penuh dengan optimisme.

Setelah membaca ini, cobalah untuk melakukan ini kepada teman kalian. Praktikan prinsip kedua dimana tatapan mata anda harus tajam menatap lawan bicara anda. Ketika kalian sedang melakukan ini, sebenarnya kalian sedang berbiaca dengan lawan bicara anda:”Untukmu, lawan biacaraku, mari kita bahas hal ini berdua, dengan serius dan penuh tanggung jawab.”

Tatapan mata yang optimis dan penuh dengan keyakinan akan mengirim pesan yang sama kepada lawan bicara anda  bahwa anda adalah orang yang bertanggung jawab, dapat dipercaya dan kegiatan yang akan anda lakukan akan berbuah kepada hal yang positif. Hal sebaliknya, ketika tatapan mata kita terlihat lesu, setidaknya ini menandakan bahwa kita tidak sedang ingin berbicara dengan  orang tersebut, dan segera ingin mengakhirinya,

Untuk mengimplementasikan prinsip ini, mulailah dulu dengan teman sebaya, lalu orang yang lebih tinggi dari anda. Lakukan, maka lihatlah perubahannya.

Berjalan Lebih Cepat

Bagi sebagian masyarakat Indonesia yang ke warung saja harus menggunakan motor, berjalan kaki mungkin merupakan hal yang sedikit aneh. Namun, ketika kesempatan untuk berjalan itu muncul, berjalanlah 20-30% lebih cepat dari berjalan anda biasanya. Mengapa?

Ketika anda berjalan dengan lebih cepat dari teman-teman anda pada umumnya, atau ketika sedang mengerjalan sesuatu secara dinamis dan mobile,¬†anda sebenarnya sedang berkata kepada yang lain bahwa: “waktu saya terbatas, ada hal yang penting lainnya yang harus saya kerjakan cepat.” Maka, dengan berjalan lebih cepat, anda sebenarnya sedang menunjukkan kepada orang lain bahwa anda adalah orang penting yang sedang menghemat 10-15 menit dalam berjalan.

Hal ini mungkin terlihat aneh ketika di awal, dan tidak jarang anda akan mendapat kritik dari teman-teman anda. Namun, cobalah kita lihat orang-orang Jepang atau Korea Selatan dalam berjalan, mereka sugguh cepat. Bahkan di Korea Selatan terdapat istilah pali-pali¬†yang berarti “cepat-cepat”. Artinya, budaya cepat sudah mendarah daging dalam diri mereka.

Lalu, apakah dengan berjalan cepat lantas kita langsung percaya diri? Tidak juga. Konsep dasarnya adalah anda menghargai diri anda dan waktu yang anda miliki dengan lebih tinggi. Anda menghargai sesuatu yang paling berharga di muka bumi ini, waktu itu sendiri. Dengan lebih menghargai diri anda lebih, anda sebenarnya sedang berkata kepada diri anda: “Hey aku! dirimu itu besar, dirimu itu penting, maka ayo lakukan lebih banyak aktivitas dan jangan buang-buang waktu!”

Selepas ini, maka berjalanlah lebih cepat, jangan khawatir akan cibiran-cibiran orang lainnya, ini tentang diri anda. Katakanlah kepada diri anda bahwa waktu anda sangat terbatas, 24 jam, maka jangan buang waktu anda yang berharga dengan berleyeh-leyeh ketika berjalan, sambil Facebook-an dan headset di telinga. Come on, walk faster!

Senyuman Lebar

Jika kita mau reflektif sesaat, Indonesia merupakan salah satu bangsapaling ramah di dunia, kenapa? Karena kita rajin melemparkan senyum dengan sesama manusia. Namun sayang, kebanyakan kita hanya akan tersenyum lebar ketika bertemu dengan orang asing atau yang tidak kita kenal. Padahal, keseharian kita diisi oleh teman-teman kita, kerabat kita dan rekanan kerja kita. Maka mulailah lemparkan senyuman terbaik kepada mereka.

Ketika saya mengatakan senyuman terbaik, saya benar-benar mengatakannya. Senyuman terbaik adalah senyuman yang membuat otot-otot pipi anda rileks, dan membuat gigi anda sedikit terlihat. Kenapa senyuman seperti ini akan meningkatkan kepercayaan diri? Karena tersenyum menandakan bahwa anda adalah manusia yang rileks dan santai. Apapun yang sedang anda kerjakan, anda akan terlihat rileks serta tanpa beban.

Cobalah lihat orang-orang besar, ketika mereka diinta untuk menyampaikan gagasannya secara oral, apa yang akan mereka lakukan? Tersenyum. Mungkin ketika tersenyum mereka sambil memikirkan apa yang akan mereka katakan, namun percayalah, sedikit sekali dari pendengar atau penonton yang sadar bahwa ia sedang berpikir keras; mayoritas lainnya berpikir bahwa ia siap tanpa beban sedikitpun.

Maka, untuk meningkatkan kepercayaan diri kita, cobalah untuk memberikan senyum terbaik anda dalam keadaan apapun terlebih ketika anda mengalami tekanan. Dengan memberikan senyuman ketika dalam tekanan, kita sebenarnya sedang berkata kepada diri kita sendiri:”Hey, santai saja. Pekerjaan ini mudah bagiku, I can do it smoothly.”¬†

Mulai saat ini, ketika anda bertemu dengan teman, orang yang baru kenal, ketika diberi sebuah pekerjaan, atau ketika melakukan seusatu yang terlihat berat, tersenyumlah. Sampaikan kepada orang-orang sekitar anda bahwa anda adalah orang yang tepat akan pekerjaan atau tekanan yang sedang anda alami. Terlihatlah santai, dan tersenyumlah, lalu lihat apa yang akan terjadi.

Keempat prinsip di atas mungkin bukanlah prinsip yang baku, dalam artian, banyak trik dan tips lainnya. Namun, bagi saya, hal di atas sangat membantu. Dengan duduk di depan, saya akan lebih mempersiapkan diri akan pelajaran dan materi yang akan saya pelajari, maka sebenarnya saya sedang memupuk kepercayaan diri saya. Dengan menatap mata lawan bicara, saya sedang belajar untuk menghargai orang lain juga diri saya sendiri, bahwa kita adalah sama dan setara. Hal itu juga terjadi ketika saya berjalan dengan lebih cepat, bahwa saya hanya akan mengerjakan hal yang benar-benar penting dan positif serta senyuman yang menandakan bahwa kita adalah orang yang siap dengan siapapun lawan bicara anda.

Cobalah 4 prinsip di atas, lalu perhatikan perubahan apa yang anda dapatkan dalam kepercayaan diri anda. Selamat mencoba!

Share now
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Related articles
Berapa banyak yang teman-teman luangkan untuk sekali mengecek status Facebook  atau melihat notifikasi Instagram?
Sebagai makhluk sosial, seringkali kita mendengar berkataan dari teman-teman kita yang mengatakan: “janganlah berpura-pura

Leave a Reply

Your email address will not be published.