Indra Dwi Prasetyo

Tips & Trik Membaca buku (Selesai)

tips dan trik membaca buku lanjutan

Hanya orang bodoh yang meminjamkan buku kepada orang. Tapi, hanya orang gila yang mengembalikan buku yang dipinjam dari orang lain”- Gus Dur


 

Pada tulisan sebelumnya, saya membahas bagaimana caranya untuk memulai menyukai membaca. Bagi teman-teman yang belum membacanya, bisa membacanya disini (Tips dan trik membaca pemula).

Tulisan ini merupakan sambungan dari apa yang saya tulis pada tulisan sebelumnya tersebut. Jika ditulisan sebelumnya, saya lebih menekankan pada aspek motivasi dan tips praktis, pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk menggali proses membaca lebih dalam, sehingga membaca tidak hanya menjadi proses membunuh waktu, namun juga melatih berpikir. Yuk kita lihat tips dan triknya!

  1. Membaca Untuk Lebih Tahu

Tulisan saya sebelumnya disini,  lebih dikhususkan untuk untuk para pemula, mereka yang belum tertarik untuk membaca. Nah, untuk kalian yang sudah mulai suka untuk membaca, cobalah perdalam bacaan anda. Tips di nomor satu ini bertujuan untuk memperdalam apa yang kita baca.

Misalnya, buat kalian yang senang membaca sejarah, dan kebetulan sudah membaca buku Yuval Noah Harari, Sapiens, mungkin kalian bisa juga membaca buku serupa namun dengan angel yang berbeda. Misalnya, buku Guns, Gems and Steel karya Jared Diamond atau buku-buku sejarah lainnya.

Muhammad tulisan Karen Armstrong
Muhammad tulisan Karen Armstrong

Atau, bagi kalian yang senang dengan buku-buku agama, mungkin tulisan dari Karen Armstrong bisa dibaca untuk mengetahui lebih jauh tentang agama-agama selain agama kita. Ada bukunya yang berjudul Budha tentang agama Budha, The Bible tentang Kristen, atau Islam: A Short History tentang agama Islam.

Inti dari tips yang pertama adalah biasakan diri kita untuk ingin lebih tahu. Ada kutipan menarik dari Leonard Swidler:

“Nobody knows everything about anything”

Jadi, teruslah mencari tahu, bukan untuk menjadi lebih pintar, tapi untuk terus “bodoh” dalam ketidaktahuan kita yang lainnya.

     2. Menantang Apa yang Kita Percayai

Nah, tips kali ini sebenarnya cukup sulit dilakukan. Hal ini memerlukan sebuah semangat dan dorongan yang tinggi, murni untuk ilmu pengetahuan.

Cobalah untuk menantang apa yang kita yakini. Iyap, menantang diri sendiri. Bagaimana contohnya? Misalnya, selama ini kita berkeyakinan bahwa Teori Evolusi adalah asal-usul manusia, maka, cobalah untuk menantangnya dengan teori-teori lainnya.

Atau, selama ini kita yakin bahwa demokrasi adalah sistem yang paling ideal. Namun, pernahkah kita menantang keyakinan kita tersebut? Jangan-jangan, sistem lainnya jauh lebih baik. Misalnya, sistem Monarki? sistem Islam? atau Komunis?

Tentu saja, tujuan dari tips ini tidak untuk semudah itu merubah prinsip dan keyakinan kita terhadap ilmu pengetahuan. Namun, dengan cara ini, kita dituntut untuk selalu kritis dan tidak mudah percaya dengan suatu hal. Akibatnya, kita memerlukan ilmu pengetahuan, baik untuk mempertahankan ataupun mengubah pandangan kita. Nah, membaca buku adalah salah satu cara yang tepat.

 3. Tidak Cepat Puas

Nah, tips ketiga ini masih berkaitan dengan apa yang kita bahas pada poin kedua di atas. Setelah kita mencoba untuk menantang apa yang ada di dalam kepala kita–tentu dengan berbagai macam bacaan–jangan cepat puas dahulu.

Misalnya, kita sedang menantang dalil kita tentang pertentangan Feminisme dan Islam. Pertanyaan yang muncul adalah, benarkah Islam dan Feminisme tidak bisa bersatu? Jika bisa, bagaimana hubungan keduanya? Jika tidak bisa, bagaimana jalan tegahnya? Dst, dst.

buku Feminisme dan Islam karya Hiadeh Moghissi
buku Feminisme dan Islam karya Hiadeh Moghissi

Tentu, untuk menjawab persoalan pelik seperti di atas, kita tidak bisa hanya tepaku pada satu argumen saja. Kita memerlukan puluhan atau mungkin ratusan argumentasi untuk membantah dan memperkuat dalil kita.

Pekerjaan melelahkan ini tentu tidak akan terselesaikan jika kita cepat berpuas diri dan menganggap apa yang sudah kita dapatkan adalah hasil akhir.

Jadi, jangan cepat puas ya!

Lalu, apa?

Okay, itu adalah beberapa tips dari saya buat teman-teman yang mulai menyukai membaca. Beberapa mungkin akan merasakan jenuh dan lelah di awal. Itu wajar kok.

Jika teman-teman lelah, berhenti saja membacanya, dan coba mencari bacaan lainnya. Cari mood yang tepat untuk melanjutkan kajian teman-teman.

Oh iya, selain tips di atas, ada beberapa trik yang kadang aku pakai agar membaca lebih mengasyikan dan efektif. Beberapa adalah:

  • Kalau memegang buku baru, coba perhatikan daftar pustakanya, bagian pembukanya, serta bagian penutupnya. Kalau ternyata isinya tidak relevan dengan apa yang teman-teman cari, jangan dilanjutkan. Cari jajanan buku lainnya!
  • Untuk mengakses buku dengan harga yang murah, tentu saja perpustakaan adalah salah satu tempat yang bisa dituju. Namun, buat yang tertarik untuk membaca penelitian yang mudah diakses, silahkan menggunakan diakses melalui Google Scholars (https://scholar.google.com).
  • Percayalah, pada akhirnya bacaan tidak akan menjawab semuanya. Maka, diskusikan apa yang kita baca kepada orang lain, terutama mereka yang memilki minat yang sama dengan kita. Dengan demikian, pengetahuan kita akan semakin terasah.

Semoga kita tidak cepat lelah dalam serunya belajar!

18 Mei 2019,

 

Melbourne

Share now
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Related articles
Berapa banyak yang teman-teman luangkan untuk sekali mengecek status Facebook  atau melihat notifikasi Instagram?
Beberapa waktu terakhir, kita menyaksikan huru-hara di media sosial tentang maraknya pengaduan kepada pihak

Leave a Reply

Your email address will not be published.