Indra Dwi Prasetyo

Belajarlah Dimanapun Dan Kapanpun (Liputan Yayasan VDMI)

Indra Dwi Prasetyo lahir di Kota Singkawang 18 Januari 1994. Indra merupakan anak dari seorang pensiunan TNI. Suatu hari Indra pernah mengungkapkan keinginanya untuk berkeliling dunia kepada Ibunya, “Mak, aku ingin keliling dunia.”

Indra sangat gemar membaca buku. Baginya, buku bukan saja jendela dunia; buku adalah dunia itu sendiri. Untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, kedua orang tua Indra berjualan di sebuah kantin sederhana di kota Singkawang.

Indra adalah alumni penerima beasiswa Van Deventer-Maas Indonesia (VDMI) dari Universitas Tanjung Pura, Pontianak. Indra menceritakan bahwa perkenalannya dengan beasiswa ini diawali ketika ia sedang berada di semester tiga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kala itu, sebuah poster berukuran A3 dengan tanda tanya berwarna merah menarik perhatiannya. Poster tersebut berisi informasi tentang pengumuman pembukaan beasiswa VDMI

Akhirnya pada tahun pada tahun 2013 hingga 2015, Indra menjadi salah satu penerima beasiswa (grantee) VDMI. Selama 5 semester masa studi S1-nya, Indra merasa sangat terbantu oleh beasiswa VDMI. Beasiswa ini membantunya dalam proses penyelesaian studi baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. Selama menjadi grantee, Indra juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.

Peserta Youth Empowerment Transprency and Integrity di Kamboja, 2015
Peserta Youth Empowerment Transprency and Integrity di Kamboja, 2015

Ia pernah menjabat sebagai ketua himpunan mahasiwa program studi Bahasa Inggris (English Students Association) di fakultasnya. Selain itu, ia juga beberapa kali terpilih untuk mewakili almamaternya dalam berbagai ajang baik di tingkat nasional maupun internasional. Indra pernah menjadi presenter pada ajang Science, Engineering, and Cultural Exhibition yang diadakan di Jepang. Selain itu ia juga pernah menghadiri kegiatan Youth Movement for Transparency and Integrity di Kamboja dan Indonesia-Korea Youth Exchange Program di Korea Selatan.

Selain aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, Indra juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan berbasis akademik. Atas kiprahnya tersebut diakhir masa studinya, Indra terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Tanjungpura 2015. Indra menyadari bahwa dengan sederet prestasi yang telah diraihnya, Ia perlu untuk “giving- back to societies”. Dengan beberapa rekannya di Pontianak, ia mendirikan komunitas sosial yang diberi nama Aksi Sedekah Pendidikan.

Melalui komunitas ini, Indra dan teman-temannya saling berbagi inspirasi dan pengetahuan kepada siswa-siswi yang kurang mampu di daerah sekitar tempat tinggalnya.

Delegasi Indonesia di Indonesia-Korea Youth Exchange Program, 2016
Delegasi Indonesia di Indonesia-Korea Youth Exchange Program, 2016

Tahun 2017, Indra mendapatkan beasiswa penuh dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi S2 di Faculty of Education, Monash University, Melbourne, Australia. Bagi Indra, studi S2 tidaklah jauh berbeda dari studi S1. Menurutnya, belajar di perguruan tinggi merupakan sebuah keharusan seperti halnya makan. Yang akan menjadikannya berbeda adalah bagaimana cara menjalaninya.

Oleh sebab itu ketika menempuh studi master di Australia, Indra tetap aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Di tahun pertamanya, Indra menjadi pengurus Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) pada bagian Education Division. Di tahun kedua, Ia berpindah sebagai Vice President of Media and Communication. Selain aktif di PPIA, Indra juga aktif dalam kegiatan komunitas penerima beasiswa LPDP di universitasnya. Di komunitas ini, ia berpartisipasi dalam beberapa kegiatan seperti Indonesian Students Symposium in Australia dan Catatan Najwa Goes to Melbourne.

Menjadi Ketua Indonesian Students Symposium Australia
Menjadi Ketua Indonesian Students Symposium Australia

Kendati demikian, kewajiban akademiknya tidak sedikitpun ia lupakan. Di akhir masa studinya, Indra mendapatkan nilai sempurna dan berkesempatan untuk mempresentasikan thesis-nya di salah satu konferensi internasional di University of Vienna, Austria.

Pasca lulus dari Australia, Indra dan beberapa temannya membangun rumah belajar di Pontianak yang ia beri nama “Nilai+”. Ia berharap, rumah belajar ini dapat menjadi wadah belajar dan ruang bermimpi bagi anak-anak daerah untuk dapat belajar dan bercita-cita setinggi- tingginya. Selain aktif dalam dunia pendidikan di Pontianak.

saat ini, Indra bekerja sebagai Managing Director di Yayasan ID Next Leader. Di yayasan tersebut, Indra bertanggung jawab atas program peningkatan kapasitas kepemimpinan anak-anak muda di berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Dalam meraih mimpi-mimpinya, keterbatasan dana adalah hal yang biasa dialami oleh Indra. Namun, keterbatasan itu tidak pernah menghentikan langkahnya. Prinsipnya, rejeki tidak akan pernah tertukar. Berbagai upaya pernah dilakukannya untuk menyiasati keterbatasan finansial, mulai dari menjual barang-barang pribadinya, berjualan buku, hingga berhutang kepada temannya. Menurutnya, uang bisa dicari namun kesempatan berharga tidak akan datang dua kali. Bagi Indra, beasiswa VDMI dalah salah satu elemen penting dari keberhasilan studinya.

Menjadi presenter di International Conference of Social Science, Humanities and Education di Universiy of Vienna, 2019
Menjadi presenter di International Conference of Social Science, Humanities and Education di Universiy of Vienna, 2019

Summary 

Indra Dwi Prasetyo is one of the VDMI alumni from Tanjung Pura University, Pontianak. He is the son of a retired Indonesian army. For him, the VDMI scholarship is an important element of his success. At the end of his study, he received an award as the outstanding student from his university. During his study, Indra had attended several international events such as Science, Engineering, and Cultural Exhibition in Japan, Youth Movement for Transparency and Integrity in Cambodia, and Indonesia-Korea Youth Exchange Program in South Korea. He received a master scholarship from LPDP to study at the Faculty of Education, Monash University, Melbourne, Australia from 2017 to 2019. Currently, he works as the Managing Director of ID Next Leader Foundation. In this organization, he is responsible for providing leadership programs to Indonesian youth. Indra suggests all VDMI grantees maximize the scholarship, keep learning, and working hard to overcome limitations that might block their ways in achieving dreams.


Catatan: Liputan ini terbit di VDMI newsletter volume 97| II| 2020

Share now
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Related articles
Hidup di era modern ini, kita sebagai anak muda di Indonesia seringkali menghadapi tekanan
Belom selesai kegaduhan demi kegaduhan di Republik ini, kita kemudian harus disodorkan pelbagai pemberitaan

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.